• Jl. Timor Raya KM. 32 Naibonat Kupang NTT
  • (0380) 8460553: WA center : 0853-3916-9833 (Chat Only)
  • [email protected]
Logo Logo
  • Beranda
  • Profil
    • Overview
    • Visi & Misi
    • Struktur Organisasi
    • Tugas & Fungsi
    • Pimpinan
    • Satuan Kerja
    • Sumber Daya Manusia
  • Informasi Publik
    • Portal PPID
    • Standar Layanan
      • Maklumat Layanan
      • Waktu dan Biaya Layanan
    • Prosedur Pelayanan
      • Prosedur Permohonan
      • Prosedur Pengajuan Keberatan dan Penyelesaian Sengketa
    • Kerjasama
    • Regulasi
    • Agenda Kegiatan
    • Informasi Berkala
      • LHKPN
      • LHKASN
      • Rencana Strategis
      • DIPA
      • RKAKL/ POK
      • Laporan Kinerja
      • Capaian Kinerja
      • Laporan Keuangan
      • Laporan Realisasi Anggaran
      • Laporan Tahunan
      • Daftar Aset/BMN
    • Informasi Serta Merta
    • Informasi Setiap Saat
      • Daftar Informasi Publik
      • Standar Operasional Prosedur
      • Daftar Informasi Dikecualikan
  • Publikasi
    • Buku
    • Pedum/ Juknis
    • Infografis
    • Jurmal
    • Buletin
      • Standar Mutu
      • Pertanian
      • Peternakan
      • Pengolahan Hasil Pasca Panen
  • Reformasi Birokrasi
    • Manajemen Perubahan
    • Deregulasi Kebijakan
    • Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik
    • Penataan dan Penguatan Organisasi
    • Penataan Tata Laksana
    • Penataan Sistem Manajemen SDM
    • Penguatan Akuntabilitas
    • Penguatan Pengawasan
  • Kontak
Thumb
819 dilihat       05 Juli 2026

BRMP NTT bersama Dinas Terkait mendukung swasembada pangan di Flores Timur

 

Larantuka-Flores Timur 29 Juni 2026, Guna mendukung percepatan program swasembada pangan berkelanjutan, Tim BRMP NTT melakukan kunjungan koordinasi intensif bersama para penyuluh dan instansi terkait di Kabupaten Flores Timur. Dalam rangkaian agenda tersebut, Tim BRMP NTT mendatangi dua instansi strategis, yakni Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan serta Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Flores Timur.

Kunjungan pertama dilakukan di Kantor Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Flores Timur. Rombongan yang dipimpin langsung oleh Koordinator Tim BRMP NTT sekaligus Penanggung Jawab Kegiatan Swasembada di Flores Timur, Ir. Irianus Rejeki Rohi, M.Si., bersama anggota tim Yehuda Febry Kristanto, S.M. dan Musa A. Tungga, disambut hangat oleh Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Flores Timur, Yosef Sadi Openg, SP, M.Si. Dalam sambutannya, Yosef Sadi Openg mengapresiasi kehadiran Tim BRMP NTT dan menyatakan kesiapan jajarannya, terutama para penyuluh di lapangan, untuk menyukseskan program swasembada pangan ini demi kesejahteraan petani di Flores Timur.

Pada kesempatan yang sama, Ir. Irianus Rejeki Rohi, M.Si., menekankan bahwa keberhasilan swasembada pangan tidak bisa dicapai secara parsial. "Pentingnya kolaborasi antara tim pusat, daerah, dan para penyuluh sebagai ujung tombak di lapangan adalah kunci utama. Kami berharap melalui koordinasi ini, seluruh kendala di semua tingkatan dapat dimitigasi bersama sehingga target swasembada pangan berkelanjutan di Flores Timur dapat tercapai secara optimal," ujar Irianus.

Usai berkoordinasi terkait pangan, Tim BRMP NTT melanjutkan kunjungan ke Kantor Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Flores Timur. Kehadiran tim disambut oleh Plt. Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan, drh. Vianey Kiti Tokan, didampingi Kepala Bidang Perbenihan dan Perlindungan Perkebunan, Paulus Tena, SP, serta Kepala Bidang Produksi, Pengolahan, dan Pemasaran Hasil Perkebunan, Aloysius Tiba Payong, SP.

Ir. Irianus Rejeki Rohi, M.Si., menyampaikan bahwa maksud dan tujuan kunjungan ini adalah untuk memonitoring sejauh mana perkembangan di bidang perkebunan, khususnya terkait kesiapan perbenihan komoditas unggulan seperti kakao, kelapa dalam, dan jambu mete.

Menanggapi hal tersebut, Kabid Perbenihan dan Perlindungan Perkebunan, Paulus Tena, SP, memaparkan kondisi riil di lapangan saat ini Stok dan ketersediaan benih kakao di Flores Timur masih terjaga dengan sangat baik, baik secara kuantitas maupun kualitas sesuai dengan target yang ditetapkan. Untuk perbenihan kelapa dalam yang berpusat di Kecamatan Adonara, kondisinya dipastikan aman dan terawat dengan baik. Terkait komoditas jambu mete, pihak dinas mengakui masih mengumpulkan data dan belum mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai keberadaan penangkar benih lokal yang aktif di wilayah Flores Timur. Pertemuan koordinasi ini diharapkan dapat menjadi fondasi kuat dalam penyusunan strategi dan intervensi lanjutan, baik untuk sektor pertanian pangan maupun perkebunan di Kabupaten Flores Timur ke depan.

Selanjutnya tim melakukan kunjungan kerja dan peninjauan langsung di Kecamatan Titehena, Kabupaten Flores Timur, guna mengidentifikasi hambatan dalam mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan. Dalam kunjungan tersebut, Tim BRMP bersama para Penyuluh fokus membedah masalah yang terjadi pada lahan tanam padi seluas 31 hektar. Lahan yang seharusnya produktif tersebut perlahan beralih kondisi menjadi lahan rawa akibat tata kelola air yang tidak optimal. Dari hasil penelusuran fisik di lokasi, tim menemukan akar penyebab utama berubahnya fungsi lahan menjadi rawa, yaitu terjadinya kebocoran masif pada sistem irigasi kerusakan infrastruktur pengairan ditemukan merata di seluruh lini saluran irigasi, mulai dari jalur primer, sekunder, hingga tersier. Sebagian dinding saluran irigasi retak dan pecah akibat tekanan dari pertumbuhan akar-akar pohon besar di sekitar jalur pengairan, juga ditemukan indikasi kuat adanya perusakan sengaja oleh oknum tertentu. Beberapa titik saluran diduga sengaja dibocorkan demi mengalirkan air ke sawah pribadi secara sepihak, tanpa memikirkan dampak banjir di hilir.

Merespons temuan krusial tersebut, Koordinator Tim BRMP Ir. Irianus Rejeki Rohi, M.Si., memberikan arahan tegas sekaligus menyentuh sisi humanis para petani. Menurutnya, masalah teknis irigasi tidak akan pernah selesai jika konflik sosial dan ego pribadi di antara petani belum diredam. "Sangat penting bagi kita semua untuk membangun kembali rasa simpati dan rasa saling memiliki (sense of belonging) terhadap infrastruktur yang ada. Saluran irigasi ini adalah urat nadi bersama. Jika dirawat bersama, maka kesejahteraan pun akan dinikmati bersama," ujar Irianus.

Irianus juga menaruh harapan besar kepada para penyuluh pertanian sebagai ujung tombak di lapangan. Penyuluh diharapkan tidak hanya mendampingi secara teknis budidaya, tetapi juga mampu bertindak sebagai mediator yang persuasif. Dengan selesainya masalah sosial antar-petani dan diperbaikinya kebocoran irigasi ini, potensi lahan 31 hektar di Titihena optimis dapat dikembalikan fungsinya secara maksimal demi mendukung target swasembada pangan berkelanjutan di Flores Timur.

Prev Next

- BSIP-NTT


Pencarian

Berita Terbaru

  • Thumb
    BRMP NTT Mendampingi Persiapan dan Kelengkapan Dokumen Untuk Pengajuan SNI 7934:2014 di D’Hokiest.
    23 Jul 2026 - By BSIP-NTT
  • Thumb
    Selamat dan sukses kepada Bpk Dr. Sudaryono, B.Eng., M.M., MBA sebagai Kepala Badan Gizi Nasional
    22 Jul 2026 - By BSIP-NTT
  • Thumb
    BRMP NTT Menerima Siswa Praktik Kerja Lapangan SMK Negeri 1 Kabupaten Kupang
    22 Jul 2026 - By BSIP-NTT
  • Thumb
    Monitoring BRMP NTT bersama Staf Ahli Menteri Pertanian Kegiatan CSR
    20 Jul 2026 - By BSIP-NTT
  • Thumb
    BRMP NTT Hadiri Gerakan Tanam Serempak Dukung Swasembada Pangan Berkelanjutan di Kabupaten Kupang
    20 Jul 2026 - By BSIP-NTT

tags

BBRMP BBRMP_NTT Kementan Kementerian Pertanian

Kontak

(0380) 8460553: WA center : 0853-3916-9833 (Chat Only)
-
[email protected]

Jl. Timor Raya KM. 32 Naibonat, Kupang, 

Nusa Tenggara Timur

85000

https://ntt.brmp.pertanian.go.id

© 2025 - 2026 Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BBRMP) Nusa Tenggara Timur.. All Right Reserved